Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2011

Derita kerinduan


Oleh: La Ode Machdani Afala

duhai Engkau yang Maha Cantik,,,
betapa aku sangat merindukanMu
terasa ragaku remuk retak karenaMu

duhai yang aku Rindukan....
hatiku ini tak sanggup menampung kebahagiaan ini
sekiranya aku bisa berbalas budi Padamu
maka tak ada ikhtiarpun yang akan ku sanggupi

duhai yang ku Cintai....
ku ingin ungkapkan semua rasa ini padaMu
tapi ku tahu, rinduku ini tak akan bisa terobati
sekalipun semua keindahan alam semesta dihadapkan padaku

duhai yang memberiku Rindu...
izinkan aku menyapaMu dalam derita kebahagiaanku ini
izinkan aku mencicipi setetes anggur cintaMu
karena tulang dan darah ku ini merintih ingin memelukMu

duhai yang Terindah....
gejolak jiwaku ini berdenyut kegirangan menyebut namaMu
sekalipun ku tahu aku hanya bisa mengatakan aku cinta padaMu

duhai Engkau yang Maha Indah,,,
kini biarkan aku menjadi pengemis rinduMu
biarkan aku merintih dengan derita dan derai tangisanku ini 
karena rindu ini telah menjadi kobaran api yang membakar jiwaku

duhai kekasih hatiku,,,
ku ingin cumbui Engkau dalam puncak kenikmatan iman
karena hanya Engkaulah penawar deritaku, penyembuh lukaku, penyejuk dukaku,dan pengobat pedihku

Sabtu, 04 Juni 2011

Malam

malam ini......

seharusnya aku tak penutup mata dan telinga

karena jeritan tak terdengar

seharusnya aku tak tertidur dan terlelap

karena derita tak lagi terasa



dengarkan...

malam berbisik tentang hari esok

malam bercerita tentang masa lalu

malam mendedangkan lagu atas lelah

sebagai penghidmatan atas manusia



mentari esok adalah lawan para bedebah

karena panji revolusi akan di kibarkan

sebagaimana amanat malam menitipkannya

Janji Manis

Suara riak tak terdengar

mengema pelan ditelan sunyi

aku bertanya, engkau tertidur

aku berteriak, engkau malah tertawa



wahai pejabat....



rakyat tak butuh janji manismu

kami tak bodoh untuk dibodohi

jika engkau tak sanggup

enyalah kau dari negeri ini



wahai pejabat......



coba dengar apa kata mereka

kata yang tak pernah terdengar olehmu

tatkala engkau mendengarkannya

dunia akan merintih sedih karenamu





encamkan itu...!!!